AL INSAN
HAKIKAT MANUSIA
Memikirkan
tentang manusia, kita seakan digiring ke ruang pemikiran yang teramat luas dan
dalam tentang eksistensi manusia sebagai makhluk yang unik. Kenapa dikatakan
unik? Sebab manusia memiliki ciri-ciri, gejala sikap dan sifat, serta perilaku
yang berbeda-beda antara makhluk satu dengan yang lain. Keunikan yang sangat
menonjol adalah masalah kecerdasannya yang sangat dinamis, mampu mendorong
terjadinya berbagai perubahan dibumi. Berbicara tentang hakikat manusia semakin
terasa ketika kita mencoba menyadari bahwa ilmu tentang pengetahuan dan
kemajuan teknologi tidak menjamin kebahagiaan manusia. Oleh karena itu ada
sesuatu yang harus kita cermati secara mendalam dan menyeluruh supaya kita
dapat menemukan sesuatu yang hakiki dari
suatu yang nampak nyata dari eksistensi manusia serta peradaban yang kita
bangun.
PERADABAN
Bila ditanya
dari keseluruhan penduduk bumi, hampir tidak ada manusia yang dengan sadar
bahwa ia ingin hidup tenang, aman, nyaman, dan semua kebutuhan tercukupi. Kata tenang
menjadi tujuan utama dan superior, namun ada kalanya untuk mendapatkan ketenangan
itu tidak mudah bagi Sebagian orang yang menuruti hawa nabsunya untuk mencapai
ketenangan, meski sebenarnya rasa tenang itu sangat mudah di dapatkan dan tidak
ada standar yang menjadi patokan bila tidak merujuk pada pedoman hidup dengan
sepenuh hati. Banyak orang yang secara pandangan kita berdasarkan materi yang
dimiliki mereka sangat sedikit bahkan jauh dari kata cukup, akan tetapi dengan
segala yang ada mereka memunculkan rasa syukur atas yang ia miliki maka kata
tenang itu menjadi besar dan bercokol dalam dadanya menyingkirkan kata serakah
dan ambisius. Akan tetapi sebaliknya bila nafsu yang menadi standar kecukupan
maka rasa tenang, nayaman dan syukur pun akan hila berganti rasa serba kurang
meski harta,tahta dan Wanita mengelilingnya. Lantas apa yang terjadi yakni timbul
keserakahan, korupsi, kolusi dan nepotisme
Keserakahan tidak
akan memuaskan nafsu dan kenyamanan serta ketenangan tidak akan pernah muncul. Ekploitasi
besar-besaran sumber daya alam makin tidak terkendali bahkan sampai tikam dan
terjang sana-sini demi ambisi memperkaya diri. Banyak petani, sanak saudari
yang mati-matian mempertahan hidup yang tak pasti demi sekelumit mengisi perut
dan keluarga rela mengais sejumput rezeki yang telah dibagi sang Ilahi, namun
mirisnya mereka masih saja tersingkirkan oleh oleigarki yang tak punya hatinurani
memperkaya diri.
SYUKUR
Sesungguhnya
jika kamu bersyukur, niscahya akan Aku tambah(nikmat) kepadamu, akan tetapi
jika kamu mengingkari (nikmatk-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat keras dan
pedih.(Q.S.Ibrahim ayat 7). Dalam konteks ayat ini, yang menjadi standar
kesenangan dan ketenangan ialah rasa syukur ata apa yang Allah berikan padanya
berupa kewenangan dalam mengelola bumi serta memanfaatkan segala isinya untuk
menukupi kepentingan dan kebutuhan hidup manusia dan makhluk lainnya. Sabar dalam
menghadapi cobaan dan syukur ata kelimpahan nikmat yang Allah berikan.
Komentar
Posting Komentar