Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

**Jejak Empat Sahabat di Kota Metropolitan**

Gambar
  Setiawan, Samsul, Agung, dan Mufatwan adalah empat pemuda dari sebuah kampung kecil di pinggiran Surabaya. Sejak kecil, mereka selalu bersama. Persahabatan mereka tumbuh di tengah kesederhanaan desa, di mana sawah membentang luas dan udara terasa segar. Namun, kehidupan di kampung tak berarti mereka tanpa impian. Di sela-sela rutinitas bermain layang-layang dan membantu orang tua di sawah, mereka sering membayangkan diri mereka sebagai tokoh-tokoh besar yang akan membawa perubahan.   "Suatu saat nanti, kita akan pergi jauh dari kampung ini. Kita akan melihat dunia luar!" ujar Samsul dengan penuh semangat. Mereka pun mendaftar ke Kampus Hidayatullah Surabaya, tempat di mana mereka belajar ilmu agama dan dunia. Bagi mereka, masuk ke kampus ini adalah langkah pertama menuju impian besar mereka: berkontribusi untuk masyarakat. Namun, kehidupan di kampus ternyata jauh dari mudah. Jam belajar yang padat, tugas yang menumpuk, dan kegiatan sosial yang tak kalah banyak membuat...

*MENGEJAR PUNCAK PANGRANGO*

Gambar
    Pagi itu, langit cerah menghiasi kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Tanggal 17 Agustus 2017 terasa istimewa bagi Setiawan, Ghozali, dan tiga teman mereka. Mereka telah merencanakan pendakian ini selama berminggu-minggu, ingin merayakan Hari Kemerdekaan dengan mengibarkan bendera di puncak Pangrango.   Setiawan melirik ke arah puncak gunung yang terlihat samar di kejauhan, diselimuti kabut tebal. “Puncak itu yang kita tuju, teman-teman. Mari kita lakukan ini!” katanya, penuh semangat.   Ghozali, yang biasanya pendiam, tersenyum tipis. “Semoga cuaca mendukung. Kita harus sampai di puncak sebelum siang.”   Langkah demi langkah, mereka mulai perjalanan melalui jalur Cibodas. Rimbunnya pepohonan dan segarnya udara pegunungan membawa keheningan yang menenangkan. Sepanjang jalan, mereka bertukar cerita, saling menyemangati, dan sesekali berhenti untuk beristirahat. Namun, tantangan sebenarnya belum dimulai.   Setelah berjam-jam mendaki, ti...

"DI ANTARA LANGIT SURABAYA"

Gambar
Setiawan adalah seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Luqman Hakim Surabaya, menjalani kehidupan di kota besar yang hiruk-pikuk dengan ritme yang cepat. Di antara deru motor dan kemacetan jalanan, ia menempuh perjalanan penuh makna antara kampus, masjid, dan kehidupan masyarakat Surabaya yang dinamis pada tahun 2010 hingga 2014. Kota ini menjadi saksi bisu perjuangannya — sebuah kota dengan segala kontradiksinya: modern, tetapi penuh dengan kekayaan budaya dan religiusitas. Tahun 2010 adalah awal perjalanannya sebagai mahasiswa. Setiawan, dengan idealisme yang menggebu, memilih jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Sekolah Tinggi Luqman Hakim. Kampus kecil di Surabaya Timur ini menjadi tempat di mana ia bertemu teman-teman yang berbeda latar belakang dan pemikiran, semuanya berjuang untuk mencari makna dalam dunia akademik. Surabaya, dengan kampus-kampus besar seperti Universitas Airlangga, ITS, dan UIN Sunan Ampel, menjadi latar yang dinamis. Setiap kali melewati kampus-kampus besar it...